Materi mengenai HIV/AIDS bisa diintegrasikan dan dimasukkan dalam semua mata pelajaran di sekolah tanpa harus membuat kurikulum khusus, kata seorang pejabat setempat.
"Apapun mata pelajarannya boleh dipadukan dengan memasukkan materi HIV/AIDS untuk selalu mengingatkan anak - anak akan bahaya penyakit ini," kata Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Tengah, Krisnayadi Toendan, di Palangka Raya, Kamis.
Jika tidak memungkinkan, bisa juga diaplikasikan dalam bentuk kegiatan lain pada saat ekstrakurikuler, sehingga tidak harus ada mata pelajaran khusus yang membahas tentang HIV/AIDS.
Dengan demikian, pembelajaran akan semakin lebih menarik dan mengasyikkan tanpa harus pelajar "duduk manis" menyimak materi yang diberikan sehingga akan dapat bisa diserap.
Ia juga meminta guru bisa memberi informasi yang benar dan komprehensif sehingga kesadaran siswa akan meningkat, di samping melakukan koordinasi dengan pihak yang menangani masalah HIV/AIDS.
Ia mengaku prihatin penyebaran HIV/AIDS semakin meningkat, yang di antaranya merupakan usia produktif sehingga sudah saatnya semua pihak dapat lebih serius mengatasi masalah tersebut.
"Kalau dulu saya seminggu sekali mengundang dokter, melakukan sosialiasasi mengenai bahaya narkoba. Saya gandeng mereka karena saya tidak paham tentang reproduksi. Saya tahu cuma konsepnya saja," ungkapnya.
Jadi, di sini diperlukan peran aktif dari pihak sekolah agar dapat melakukan kerja sama dengan dinas terkait. Untuk memberi penyuluhan kepada siswa agar dapat lebih efektif lagi.
"Hal itu bisa tercapai kalau kita memikirkan masa depan anak kita. Semua itu harus dilakukan," tuturnya.
Akan lebih baik lagi dilakukan upaya mengurangi kenakalan remaja. Sebaiknya sudah saatnya diberlakukan di Kalteng, sekolah sampai pukul 16.00 WIB, sehingga anak tidak ada waktu untuk berbuat hal-hal yang tidak diinginkan.
Ia juga menyambut baik penerapan Pendidikan Karakter di sekolah, karena itu harus dilakukan mengingat perkembangan zaman dan budaya yang masuk terlihat bebas. Pendidikan karakter diharapkan menjadi penyaring dapat mencegah merosotnya moral remaja.
Sumber: www.sehatnews.com
Silahkan Komentari : Topik HIV/AIDS Bisa Masuk Kurikulum Sekolah, Pada Kolom Dibawah Ini:
"Apapun mata pelajarannya boleh dipadukan dengan memasukkan materi HIV/AIDS untuk selalu mengingatkan anak - anak akan bahaya penyakit ini," kata Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Tengah, Krisnayadi Toendan, di Palangka Raya, Kamis.
Jika tidak memungkinkan, bisa juga diaplikasikan dalam bentuk kegiatan lain pada saat ekstrakurikuler, sehingga tidak harus ada mata pelajaran khusus yang membahas tentang HIV/AIDS.
Dengan demikian, pembelajaran akan semakin lebih menarik dan mengasyikkan tanpa harus pelajar "duduk manis" menyimak materi yang diberikan sehingga akan dapat bisa diserap.
Ia juga meminta guru bisa memberi informasi yang benar dan komprehensif sehingga kesadaran siswa akan meningkat, di samping melakukan koordinasi dengan pihak yang menangani masalah HIV/AIDS.
Ia mengaku prihatin penyebaran HIV/AIDS semakin meningkat, yang di antaranya merupakan usia produktif sehingga sudah saatnya semua pihak dapat lebih serius mengatasi masalah tersebut.
"Kalau dulu saya seminggu sekali mengundang dokter, melakukan sosialiasasi mengenai bahaya narkoba. Saya gandeng mereka karena saya tidak paham tentang reproduksi. Saya tahu cuma konsepnya saja," ungkapnya.
Jadi, di sini diperlukan peran aktif dari pihak sekolah agar dapat melakukan kerja sama dengan dinas terkait. Untuk memberi penyuluhan kepada siswa agar dapat lebih efektif lagi.
"Hal itu bisa tercapai kalau kita memikirkan masa depan anak kita. Semua itu harus dilakukan," tuturnya.
Akan lebih baik lagi dilakukan upaya mengurangi kenakalan remaja. Sebaiknya sudah saatnya diberlakukan di Kalteng, sekolah sampai pukul 16.00 WIB, sehingga anak tidak ada waktu untuk berbuat hal-hal yang tidak diinginkan.
Ia juga menyambut baik penerapan Pendidikan Karakter di sekolah, karena itu harus dilakukan mengingat perkembangan zaman dan budaya yang masuk terlihat bebas. Pendidikan karakter diharapkan menjadi penyaring dapat mencegah merosotnya moral remaja.
Sumber: www.sehatnews.com
Silahkan Komentari : Topik HIV/AIDS Bisa Masuk Kurikulum Sekolah, Pada Kolom Dibawah Ini:


0 komentar:
Posting Komentar